a

Sunday, October 14, 2012

Strategi Tingkat Bisnis




Pengertian Strategi
Strategi adalah serangkaian komitmen dan tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi  yang dirancang untuk mengeksploitasi kompeten inti dan mendapatkan keunggulan kompetitif  . Strategi itu  memiliki tujuan dan mendahului pengambilan tindakan yang menerapkannya dan menunjukan pemahaman bersama akan tujuan dan misi perusahaan .
Suatu strategi tingkat bisnis adalah serangkaian komitmen dan tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi yang dirancang untuk menyediakan nilai kepada pelanggan dan mendapatkan keunggulan kmompetitif dengan mengeksploitasi kompetensi – kompetensi inti dari pasar produk individual dan spesifik .
Tiga isu yang dipertimbangkan dalam Analisis tingkat bisnis adalah. (1) Siapa yang akan dilayaninya . (2) Apa yang dibutuhkan pelanggan sasaran yang akan dipuaskan oleh perusahaan. (3) Bagaimana kebutuhan – kebutuhan itu akan dipuaskan melalui implementasi strategi yang dipilih. Analisis kita mengenai strategi strategi generic meliputi tentang bagaimana setiap orang memungkinkan perusahaan untuk  menyampaikan 5 kekuatan kompetitif .

Pelanggan
            Organisasi harus memuaskan sebagian kelompok pelanggan untuk berhasil.  Kebutuhan merujuk ke manfaat dan bentuk barang atau jasa yang diinginkan oleh pelanggan .Kebutuhan dasar dari semua pelanggan adalah membeli produk yang bernilai.Relasi dengan para pelanggan diperkuat ketika suatu perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai superior kepada pihak yang dilayaninya .Nilai superior sering kali diciptakan ketika produk suatu perusahaan membantu seorang pelanggan meningkatkan keunggulan kompetitif dari bisnis yang dimilikinya.
            Adalah penting juga bagi perusahaan untuk mengakui bahwa hanya melalui kepuasan total akan kebutuhan mereka akan pelanggan mengembangkan tipe kesetiaan perusahaan spesifik yang dicari perusahaan.
            Bukti – bukti menunjukan bahwa organisasi yang kompetitif secara strategis dalam lingkungan abad 21  yaitu mereka yang berkonsentrasi pada pelanggan dalam memilih dan menerapkan strategi tingkat bisnis
1.      Mencari cara untuk memecahkan masalah masalah pelanggan dengan barang barang atau jasa yang mereka jual.
2.      Tetap focus pada kebutuhan untuk melakukan inovasi secara terus – menerus , bahkan jika penawaran mereka terjual dengan sangat baik.
3.      Menentukan bagaimana caranya menggunakan kompetisi – kompetisi inti mereka dengan dengan cara cara yang tidak dapat ditiru oleh para pesaing.
4.      Merancang strategy yang memungkinkan mereka untuk memuaskan kebutuhan pelanggan saai ini, baik kebutuhan yang sudah di antisipasi maupun yang belum diantisipasi.
Siapa Itu pelanggan ?
            Pelanggan dapat dibagi menjadi kelompok kelompok  berdasarkan kelompok dalam kebutuhan mereka atau disebut dengan Segmentasi Pasar  ini merupakan suatu proses dimana orang orang dengan kebutuhan sama dikelompokan ke dalam kelompok  atau individu yang dapa di identifikasi . Segmentasi pasar menciptakan suatu kerangka kerja yang penting dalam memilih strategy tingkat bisnis.
            Dalam lingkungan persaingan abad 21 , banyak perusahaan mahir dalam mengidentifikasikan perbedaan – perbedaan diantara kebutuhan pelanggan dengan tepat . Dipersenjatai dengan pemahaman ini, Perusahaan  mensegmentasikan pelanggan ke dalam kelompok kelompok yang relevan secara kompetitif .
            Secara khusus dalam contoh contoh yang focus pada strategy tingkat bisnis yang digunakan untuk melayani segmen pasar yang unik , perusahaan  - perusahaan mungkin ingin mengkapitalisasi kenyataan bahwa keunikan produk ada di dalam kategori – kategori . juga tersedia dalam jumlah absolute barang dan jasa yang tersedia .
Bagaimana : menentukan kompetisi inti yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.
            Perusahaan menggunakan kompetisi – kompetisi intinya  untuk menerapkan strategi  penciptaan nilai dan memuaskan kebutuhan pelanggan . Salah satu strategi imperative di perusahaan adalah untuk mengubah kompetensi inti teknologi perusahaan lebih cepat ke produk produk komersial yang dihargai oleh pelangan .selain itu pengetahuan intensif akan bisnis para pelanggan akan membantu mengubag focus historis dari jasa pelanggan menjadi bisnis lini utama.
TIPE- TIPE STRATEGI TINGKAT BISNIS
            Berkaitan dengan posisi industry suatu perusahaan. relative dengan para pesaingnya.perusahaan – perusahaan yang memiliki posisi industry yang sudah mapan dan menguntungkan lebih mampu menangani lima kekuatan persaingan. Untuk memposisikan dirinya. , suatu perusahaan harus memutuskan apakah tujuan tindakanya akan memungkinkan melakukan aktivitas yang berbeda dengan para rivalnya jadi  perusahaan yang berposisi menguntungkan dapat memiliki keunggulan kompetitif.
Empat Strategik Generik

 
Strategi Kepemimpinan Biaya
            Adalah serangkaian tindakan integrative yang dirancang untuk memproduksi atau mengirimkan barang – barang atau jasa pada biaya yang paling rendah,relative terhadap para pesaing , dengan cirri cirri yang dapat diterima oleh pelanggan. Strategi diferensiasi  adalah serangkaian tindakan integrative yang dirancang untuk memproduksi barang atau jasa yang dianggap pelanggan berbeda dalam hal hal yang penting bagi mereka. Strategi kepemimpinan biaya ini harus mencapai tingkat biaya yang rendah dibandingkan dengan para pesaingnya. Perusahaan yang mencari keunggulan kompetitif. Perusahaan yang mencari keunggulan kompetitif melalui strategi tingkat bisnis sering kali menjual barang barang dan jasa standard tanpa tambahan yang berarti kepada para pelanggan industry. Implementasi strategi kepemimpinan biaya yang berhasil memerlukan focus yang konsisten terhadap pemicu pemicu biaya yang lebih rendah, relative terhadap biaya – biaya pesaing. Perusahaan – perusahaan yang sepenuhnya berkomitmen untuk menggunakan strategi kepemimpinan biaya sering kali mendorong biaya mereka menjadi lebih rendah melalui investasi dalam fasilitas skala efisien , biaya ketat dan control overhead dan minimalisasi  biaya di bidang – bidang seperti jasa, petugas penjualan dan riset pengembangan.
Dalam menggunakan strategi kepemimpinan biaya perusahaan harus berhati hati untuk tidak sepenuhnya mengabaikan sumber daya diferensiasi.Implementasi yang efektif dari strategi kepemimpinan biaya ini memungkinkan perusahaan menghasilkan laba diatas rata-rata selain adanya factor kompetitif yang kuat.

Persaingan dengan para pesaing yang sudah ada
Memiliki posisi biaya rendah merupakan pertahanan yang berharga dalam menghadapi para pesaing, karena posisi menguntungkan sebagai pemimpin biaya , para pesaing ragu bersaing dengan basis harga. Melainkan, mereka akan berusaha untuk bersaing melawan paa pemimpin biaya melalui cara – cara diferensial. Secara strategis para eksekutif perusahaan yakin bahwa para pelanggan akan menerima sedikit kenaikan biaya sebagai balasan akan dan jasa yang mereka terima. Akan tetapi , jika para pesaingnya menentang perusahaan tersebut untuk bersaing dengan basis harga , perusahaan biaya – biaya rendah akan tetap mendapatkan sedikitnya laba rata-rata sementara  para pesaingnya akan mengalami laba dibawah rata – rata melalui persaingan yang kompetitif.
Kekuatan tawar menawar Pembeli
Pelanggan yang berkuasa dapat mendesak  pemimpin biaya untuk mengurangi harga – harganya, tetapi harga tersebut tidak  akan didesak sampai di tingkat harga dimana pesaing industry selanjutnya yang paling efisien dapat menghasilkan laba diatas rata – rata.Walaupun pelanggan yang berkuasa dapat mendesak  pemimpin biaya untuk mengurangi harga bahkan dibawah level tersebut ,mereka mungkin tidak akan melakukanya.Namun demikian , harga harga yang lebih rendah tetap akan menghindari pesaing selanjutnya yang paling efisien untuk mendapatkan laba rata-rata , membuat dia keluar dari pasar dan meninggalkan pemimpin biaya dengan posisinya yang bertambah kuat. Terkadang kekuatan tawar – menawar perusahaan memungkinkan mentransfer kenaikan biaya ke pelanggan.
Kekuatan tawar menawar Suplier
Pemimpin biaya beroperasi dengan margin yang lebih besar daripada para pesaingnya . Diantara banyak keuntungan, margin lebih tinggi yang relative berkaitan dengan margin para pesaing memungkinkan pemimpin biaya untuk menyerap kenaikan harga supplier. Ketika suatu industry dihadapkan dengan kenaikan biaya persediaan yang substansial, pemimpin biaya mungkin satu satunya perusahaan yang mampu membayar dengan harga yang lebih tinggi itu dan terus menghasilkan laba rata – rata atau laba diatas rata – rata. Dengan cara lain, pemimpin biaya yang kuat dapat mendesak para supplier untuk menahan harga mereka , mengurangi margin mereka dalam proses tersebut.
Resiko Persaingan dari strategi kepemimpinan biaya
Strategi kepemimpinan biaya bebas dari risiko . Salah satu risikonya adalah peralatan manufaktur pemimpin biaya dapat menjadi usang karena inovasi tekhnologi para pesaingnya . inovasi ini memungkinkan para pesaingnya untuk memproduksi pada tingkat biaya yang lebih rendah daripada pemimpin biaya.
Risiko kedua adalah terlampau banyak focus pada pengurangan harga dapat membuat perusahaan kurang memperhatikan kebutuhan pelanggan atau isu – isu yang berkaitan dengan dimensi persaingan lainnya.
            Resiko terakhir dari dari strategi kepemimpinan biaya berkaitan dengan imitasi ( Penjiplakan ) dengan menggunakan kompetensi inti yang dimilikinya. Kadang – kadang para pesaing belajar bagaimana meniru strategi pemimpin biaya yang berhasil. Ketika hal ini terjadi pemimpin biaya harus mencari jalan untuk meningkatkan nilai barang dan jasa yang ditawarkan kepada para pelanggan. Biasanya , nilai meningkat dengan menjual produk yang ada saai ini dengan harga yang bahkan lebih rendah atau menambahkan ciri-ciri yang dihargai oleh pelanggan sambil tetap mempertahankan harga . Bahkan seorang pemimpin biaya harus berhati – hati ketika mengurangi harga sampai ke tingkat yang lebih rendah.

Strategi Diferensiasi
Dengan strategi diferensiasi , atribut dan karakteristik unik dari produk perusahaan (Selain Biaya) memberikan nilai bagi pelanggan . Strategi diferensiasi memusatkan diri pada investasi dan pengembangan ciri yang terus menerus , dan bukan focus pada biaya. Strategi diferensiasi memusatkan diri pada investasi dan pengembangan ciri yang terus menerus dan focus pada biaya, yang membedakan barang dan jasa dalam hal yang dihargai oleh pelanggan . Secara keseluruhan perusahaan yang menggunakan strategi diferensiasi berusaha berbeda dari para pesaingnya dalam sebanyak mungkin dimensi. Semakin sedikit kemiripan antara barang dan jasa perusahaan dengan para pesaingnya , semakin perusahaan itu dapat Bertahan dengan tingkatan para pesaing – pesaingnya.
Sebuah produk dapat di diferensiasikan dalam sejumlah cara yang tak terbatas. Bentuk – Bentuk yang tidak biasa, jasa pelanggan yang responsive, inovasi produk yang cepat, dan kepemimpina tekhnologi, prestis dan status , rasa yang berbeda, dan rekayasa tekhnologi  di bidang disain dan kinerja.
Persaingan dengan para pesaing yang sudah ada
          Pelanggan cenderung menjadi pembeli yang setia terhadap produk – produk yang didiferensiasi dengan cara – cara yang bermakna bagi mereka. Ketika kesetiaan mereka pada suatu merek meningkat. Kepekaan pelanggan terhadap kenaikan harga berkurang .Relasi persaingan kompetitif.
            Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
            Keunikan diferensiasi barang dan jasa mengisolasi suatu perusahaan dari persaingan kompetitif dan mengurangi kepekaan pelanggan terhadap kenaikan harga .Salah satu alasan kunci mengapa sebagian pembeli mau membayar harga adalah bagi mereka produk –produk lain tidak menawarkan kombinasi bentuk dan biaya yang sebanding. Kurangnya alternative yang dapat diterima meningkatkan kekuatan perusahaan , relative terhadap para pelangganya.
Resiko strategi dari strategi Diferensial
Seperti strategi tingkat bisnis lainya, strategi diferensiasi tidak bebas dari resiko. Salah satu resiko adalah pelanggan dapat memutuskan bahwa perbedaan harga antara produk pembuat diferensiasi dan produk pemimpin biaya terlalu besar. Dalam hal ini perusahaan dapat menawarkan bentuk bentuk diferensiasi yang melampaui kebutuhan pelanggan , ketika hal itun terjadi , perusahaan itu rentan tarhadap para pesaing yang mampu menawarkan kombinasi bentuk – brntuk diferensiasi yang yang melampaui kebutuhan. Dalam hal ini perusahaan dapat menawarkan bentuk – bentuk diferensiasi yang melampaui kebutuhan pelanggan. Ketika hal itu terjadi perusahaan itu rentan terhadap para pesaing yang mampu  yang lebih konsisten dengan kebutuhan pelanggan.
Resiko lain dari strategi diferensiasi adalah bahwa cara-cara diferensiasi perusahaan tidak lagi menyediakan nilai yang mau dibayar  pelangganya . Strategi diferensial menjadi kurang berharga jika penjiplakan dari para pesaingnya membuat pelanggan beranggapan bahwa para pesaingnya membuat barang dan jasa yang sama baiknya, kadang – kadang harganya lebih rendah.
Resiko ketiga dari strategi diferensiasi adalah bahwa pembelajaran akan menyempitkan persepsi pelanggaran nilai diferensial bentuk perusahaan. Resiko ke empat berkaitan dengan pemalsuan . Barang -  Barang palsu produk – produk yang berusaha meniru bentuk diferensiasi  dengan harga yang jauh lebih murah menjadi keprihatinan banyak perusahaan yang menggunakan strategi diferensiasi.
Strategi focus
 Berlawanan dengan perusahaan yang menggunakan strategi kepemimpinan biaya dan strategi diferensial , suatu perusahaan menerapkan strategi focus akan berusaha menggunakan kompetensi – kompetensi intinya untuk melayani kebutuhan segmen industry tertentu ; kelompok pembeli particular (misalnya, remaja atau penduduk senior) , segmen atau lini penduduk yang berbeda. Jadi suatu strategi focus serangkaian tindakan integrative yang dirancang untuk memproduksi atau mengirimkan barang-barang dan jasa yang melayani kebutuhan segmen persaingan tertentu. Walaupun keluasan target jelas merupakan masalah tingkatan esensi daro strategi focus adalaha “ eksploitasi perbedaan target yang sempit dari keseimbangan industry.
Perusahaan dapat menciptakan nilai bagi pelanggan dalam segmen pasar yang unik dan spesifik dengan menggunakan satu dari dua strategi focus yang berbeda ; Kepemimpinan biayan focus dan diferensiasi focus.

Resiko Persaingan dari strategi Fokus
            Ketika menggunakan salah satu type strategi focus, perusahaan menghadapi risiko umum  yang sama seperti perusahaan yang melakukan strategi kepemimpinan biaya atau diferensial dengan basis industry yang luas. Akan tetapi, strategi focus memiliki tiga tambahan risiko kompetitif yang lebih sempit dan mengaburkan focus perusahaan yang melakukan strategy focus.
Kedua , sebuah perusahaan yang bersaing dengan basis industry yang luas dapat memutuskan bahwa swgmen pasar yang dilayani oleh strategi focus perusahaan itu atraktif dan berharga untuk disaingi. Tidak lagi penuh dengan kelompok pelanggan tradisional saja.
Risiko ketiga dari strategi focus adalah kebutuhan pelanggan dalam segmen kompetitif yang sempit dapat serupa dengan pelanggaran pada umumnya. Ketika hal itu terjadi, keunggulan strategi focus menjadi berkurang atau hilang sama sekali
Strategi integraif Kepemimpinan Biaya/ Diferensiasi
Khususnya dalam pasar- pasar global, kemampuan suatu perusahaan untuk menggabungkan pendekatan kepemimpinan biaya dan diferensiasi  dapat menentukan dalam mempertahankan keunggulan kompetitif. Dibandingkan dengan peusahaan – perusahaan yang tergantung pada suatu s          uatu strategi generic yang dominan untuk keberhasilannya, Perusahaan yang mampu menggabungkan strategi integrative kepemimpinan biaya / diferensiasi dengan sukses akan berada pada posisi yang lebih baik untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan.
Resiko Persaingan dari strategi integrative kepemimpinan biaya diferensiasi
Perusahaan yang gagal membangun relasi kepempinan dalam memilih ruang lingkup kompetitif , sebagai pemimpin biaya atau sebagai penentu diferensiasi, beresiko menjadi terjebak di tengah – tengah menghalangi perusahaan menangani kelima kekuatan persaingan dengan berhasil dan menghasilkan laba diatas rata-rata hanya ketika perusahaan menyediakan barang dan jasa diferensiasi yang dihargai oleh para pelanggan yang mau dibayar mereka dengan harga premium 


No comments:

Post a Comment